Seorang pedagang kecil ambil tabungan haji,
sediakan kebutuhan pengungsi.
Kupeluk berkaca-kaca, “Kau mabrursebelum berhaji!”
Sebuah rumah sederhana berkamar 3 tampung 100 pengungsi Merapi.
Kusalami haru, “Istana surgamu pasti megahsekali!”
Sebuah rencana walimah, anggaran& berasnya dialihkan ke barak Merapi
Kusembahkan jemari di dada, “Kalian pengantin surga!”...
Seorang penjual gudheg,sedekahkan dagangan sepekan untuk Merapi,
Kuselamati, “Butir nasi & serpihnangka bertasbih untukmu!”...
Juru masak hotel berbintang ambilcuti 3 pekan, layani dapur umum Merapi.
Kutakjubi, “Harum aroma masakanmu sampai ke surga!”...
Tukang pijat & tukang cukur hibahkan keahlian, keliling barak-barak.
Kugeleng-geleng, “Kebermanfaatan surgawi sungguh buat iri!”...
Para dokter nan tinggalkan ruang nyaman ber-AC & keberlimpahan untuk berdebu-debu,
kusenyumkan syukur terbaik, “JzkmLlh..
Seorang dokter hewan kelilingevakuasi ternak, suntikkan nutrisi tuk sapi-sapi.
Kutundukkan kepala,“Kebergunaan nan memukau!”..
Pemulia insan nan tak gentar abu& gemuruh api,
yang terus berjuang temukan warga, hidup maupun mati.
Speechless tuk kalian!
Pemuda-pemudi yang kembalikan dirinya jadi kanak-kanak,
bermain bersama bocah-bocah pengungsi.
Kalian lebih hebat dari Batman!
Dai-dai nan menguatkan hati;sedia mendengar tanpa banyak menasehati,
kehadirannya di barak mencahayai.Allah bersama kalian!
Allahu Akbar...
Monday, November 15, 2010
Puisi Salim A Fillah
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment
Terima kasih sudah berkunjung. Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Salam,
Keisya Avicenna